Wednesday, January 4, 2017

2.438 Kasus Pengaduan Cerai Masuk Ke Pengadilan Agama Sragen, Kebanyakan Dari TKI


Berita TKI Sragen - Berdasarkan data dari Pengadilan Agama Kabupaten  Sragen, tingkat perceraian diwilayahnya tergolong cukup tinggi.

Ada sekitar 150 kasus pengajuan perceraian hampir setiap bulan diterima PA Sragen.

Alasan yang paling banyak menjadi dasar perceraian adalah mulai dari motif ekonomi hingga tidak harmonis.

Dari Januari hingga November 2016 mencapai sebanyak 2.438 kasus pengaduan cerai.

Bila dibandingkan dengan daerah lain di eks Karesidenan Surakarta angka ini tergolong cukup tinggi.

Seperti yang diungkap pada Rabu (04/01) oleh Panitera PA Sragen, M Sihono angka perceraian di Sragen bisa dibilang paling tinggi di wilayah eks Karesidenan Surakarta. Bila dibandingkan dengan Kota Solo, di mana rata-rata perceraian hanya sekitar 1.000 kasus pertahun.

"Kalau di Solo misalnya, setahun paling hanya sekitar seribu kasus. Di Sragen hampir tiap tahun lebih dari dua ribu kasus. Sekitar dua kali lipat jumlahnya dibanding daerah lain," ujarnya.

Terbanyak warga yang mengajukan cerai adalah pasangan TKI yang menikah usia muda.

Juga para suami yang menggunakan uang hasil jerih payah istri yang bekerja sebagai TKI untuk foya-foya (KRJogja)

0 comments

Post a Comment