Thursday, January 5, 2017

TKI Asal Indramayu Lupa Hubungi Keluarga Selama 19 Tahun Karena Majikan


Berita TKI - Alasan TKI asal Indramayu yang hilang kontak selama 19 tahun ini akhirnya membuat geger. Seperti yang diberitakan KJRI Jeddah menemukan seorang TKI yang dikabarkan hilang kontak selama 19 tahun.

19 tahun masuk dalam daftar pencarian orang, Juariah Mastara TKI asal Blok Karang Moncol, Desa Sukadana, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu akhirnya diketemukan oleh Tim Perlindungan WNI KJRI Jeddah.

"Juariah dijemput pihak kepolisian Thaif di sebuah acara undangan pernikahan dan langsung dibawa ke kantor polisi. Kami langsung meluncur ke sana (kantor polisi)," kata Staf Teknis Ketenagakerjaan KJRI Jeddah Hertanto melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (4/1).

Setelah melalui komunikasi intensif dengan berbagai instansi terkait di pemerintahan setempat, Tim Perlindungan yang melakukan pelacakan posisi Juariah akhirnya mendapatkan kejelasan mendapatkan laporan ditemukannya Juariah dari Kepolisian Taif

Ini merupakan bentuk respons atas nota diplomatik yang dikirimkan KJRI Jeddah ke kantor Gubernur Taif melalui Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

Di Distrik Al-Qaim di daerah Taif, Arab Saudi Juriah ditemukan.

Berjarak 200 kilometer dari KJRI Jeddah.

Tim Perlindungan membawa dan menempatkan Juariah di Rumah Persinggahan Sementara ke KJRI Jeddah.

Selama 19 tahun di Jeddah, Juariah mengaku baik kepada kepolisian ataupun pada KJRI Jeddah kalau diperlakuan dengan sangat baik serta pemenuhan hak dari majikannya.

Perlakuan majikan yang sangat baik inilah yang membuatnya Juariah lupa menghubungi keluarganya sendiri.

Juariah dinyatakan hilang kontak sekitar 19 tahun lalu sejak dirinya berangkat ke Arab Saudi pada 1997 untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga, dan hanya sekali berkirim surat kepada pihak keluarga.

"Gaji lancar tiap bulan 600 (riyal). Saya simpan di kamar. Pekerjaan tidak berat. Saya cuma bersih-bersih rumah dan nyuci baju. Di rumah majikan ada tujuh orang. Saya kerja tidak kaya pembantu. Kalau ada makan-makan besar (pesta), kerja semua. Kalau saya capek, saya tidur dan enggak dibangunkan biarpun 24 jam," tutur Juariah kepada Tim Perlindungan WNI.

Setelah itu, Konsulat Jenderal RI Jeddah M. Hery Saripudin bersama Juariah berkomunikasi langsung melalui panggilan dengan video kepada orang tuanya, Mastara beserta keluarga, di kampung halaman yang difasilitasi oleh satu lembaga swadaya masyarakat.

KJRI Jeddah masih mengurus hak-hak Juariah selama bekerja dengan majikannya.

Setelah semua haknya dipenuhi, langkah selanjutnya adalah pengurusan dokumen perjalanan Juariah yang membutuhkan waktu, mengingat dia tidak pernah melakukan pembaharuan masa berlaku dokumen. [republika]


0 comments

Post a Comment